* African => Rehus-Beal-Ledeats
* Albanian => Gezur Krislinjden
* Arabic => Idah Saidan Wa Sanah Jadidah
* Argentine => Feliz Navidad
* Armenian => Shenoraavor Nor Dari yev Pari Gaghand
* Basque => Zorionak eta Urte Berri On!
* Bengali => Shubho Barodin
* Bohemian => Vesele Vanoce
* Brazilian => Boas Festas e Feliz Ano Novo
* Bulgarian => Tchestita Koleda; Tchestito Rojdestvo Hristovo
* Catalan => Bon Nadal i un Bon Any Nou
* Chile => Feliz Navidad
* Chinese (Cantonese) => Gun Tso Sun Tan’Gung Haw Sun
* Corsican => Pace e salute
* Croatian => Sretan Bozic
* Czech => Prejeme Vam Vesele Vanoce a stastny Novy Rok
* Danish => Glaedelig Jul
* Dutch => Vrolijk Kerstfeest en een Gelukkig Nieuwjaar
* Egyptian => Colo sana wintom tiebeen
* English => Merry Christmas & Happy New Year
* Eskimo => Jutdlime pivdluarit ukiortame pivdluaritlo
* Estonian => Rõõmsaid Jõulupühi
* Finish => Hyvää Joulua or Hauskaa Joulua
* Flemish => Zalig Kerstfeest en Gelukkig nieuw jaar
* French => Joyeux Noël et Bonne Année
* Gaelic => Nollaig chridheil agus Bliadhna mhath ur
* German => Froehliche Weihnachten und ein gluckliches Neues Jahr
* Greek => Kala Christougenna Kieftihismenos O Kenourios Chronos
* Hawaiian => Mele Kalikimaka & Hauoli Makahiki Hou
* Hebrew => Mo’adim Lesimkha. Shana Tova
* Hindi => Shubh Naya Baras
* Hungarian => Kellemes Karacsonyiunnepeket & Boldog Új Évet
* Icelandic => Gledileg Jol og Farsaelt Komandi ar
* Indonesian => Selamat Hari Natal
* Iraqi => Idah Saidan Wa Sanah Jadidah
* Irish => Nollaig Shona Dhuit
* Italian => Buon Natale e Felice Anno Nuovo
* Japanese => Shinnen omedeto. Kurisumasu Omedeto
* Korean => Sung Tan Chuk Ha
* Latin => Natale hilare et Annum Nuovo
* Latvian => Prieci’gus Ziemsve’tkus un Laimi’gu Jauno Gadu
* Lithuanian => Linksmu Kaledu
* Macedonian => Streken Bozhik
* Malayalam => Puthuvalsara Aashamsakal
* Maltese => Nixtieklek Milied tajjeb u is-sena t-tabja
* Mandarin => Kung His Hsin Nien bing Chu Shen Tan
* Maori => Meri Kirihimete
* Marathi => Shub Naya Varsh
* Mongolian => Zul saryn bolon shine ony mend devshuulye
* Norwegian => God Jul og Godt Nyttår
* Oriya => Sukhamaya christmass ebang khusibhara naba barsa
* Papua New Guinea => Bikpela hamamas blong dispela Krismas na Nupela yia i go long yu
* Philippines => Maligayang Pasco at Manigong Bagong Taon
* Poland => Wesolych Swiat Bozego Narodzenia
* Portuguese => Boas Festas e um feliz Ano Novo
* Punjabi => Nave sal di mubaraka
* Pushto => Christmas Aao Ne-way Kaal Mo Mobarak Sha
* Rumanian => Sarbatori vesele
* Russian => Pozdrevlyayu s prazdnikom Rozhdestva is Novim Godom
* Samoan => La Maunia Le Kilisimasi Ma Le Tausaga Fou
* Sardinian => Bonu nadale e prosperu annu nou
* Scots => Gaelic Nollaig chridheil huibh
* Serbian => Hristos se rodi
* Singhalese => Subha nath thalak Vewa. Subha Aluth Awrudhak Vewa
* Slovak => ciid wanaagsan iyo sanad cusub oo fiican
* Slovenia => Vesel Bozic in Srecno novo leto!
* Somalis => Vesele Vianoce. A stastlivy Novy Rok
* Spanish => Feliz Navidad y Próspero Año Nuevo
* Swedish => God Jul och Gott Nytt År
* Tamil => Nathar Puthu Varuda Valthukkal
* Thai => Suksan Wan Christmas lae Sawadee Pee Mai
* Turkish => Noeliniz Ve Yeni Yiliniz Kutlu Olsun
* Ukrainian => Veseloho Vam Rizdva i Shchastlyvoho Novoho Roku
* Urdu => Naya Saal Mubarak Ho
* Vanina => Bon Natale a Tutti
* Vietnamese => Chuc Mung Giang Sinh - Chuc Mung Tan Nien
* Welsh => Nadolig LLawen a Blwyddyn Newydd Dda
Kamis, 18 Desember 2008
Hadiah NATAL yang Mahal
Penulis cerpen Amerika terkemuka, O. Henry, menulis sebuah kisah
Natal tersohor. Kisah itu tentang sepasang suami-istri muda yang
sedemikian saling mencintai. Natal sudah dekat dan mereka ingin saling
memberikan hadiah. Tetapi mereka sangat miskin dan tidak mempunyai uang untuk
membeli hadiah. Maka mereka masing-masing, tanpa saling memberi
tahu, memutuskan untuk menjual miliknya yang paling berharga.
Bagi sang istri, harta miliknya yang paling berharga adalah
rambutnya yang panjang berkilau. Ia pergi ke sebuah salon dan menyuruh
memotong rambutnya. Kemudian ia menjual potongan rambutnya itu untuk membeli
sebuah rantai arloji yang indah untuk arloji suaminya.
Sementara itu, sang suami pergi kepada seorang tukang emas dan
menjual satu-satunya arloji yang dimilikinya untuk membeli dua
potong sisir yang indah untuk rambut kekasihnya.
Ketika hari Natal tiba, mereka saling menyerahkan hadiah. Mula -
mula mereka menangis terharu, namun kemudian keduanya tertawa. Tidak ada
lagi rambut yang perlu dirapikan dengan sisir indah pembelian sang suami,
dan tidak ada lagi, arloji yang memerlukan seutas rantai indah
pembelian sang istri. Tetapi ada sesuatu yang lebih berharga daripada sisir
dan rantai arloji, yaitu pesan dibalik hadiah- hadiah itu; Mereka
masing - masing telah mengambil yang terbaik dari dirinya untuk diberikan
kepada pasangannya...
Suatu hadiah bukanlah hadiah jika tidak menimbulkan suatu
pengorbanan dalam diri kita, dan jika tidak menjadi bagian dari diri kita
sendiri. Yesus memberikan dari-Nya yang terbaik untuk kita. Ia memberikan
nyawa-Nya, untuk menebus dosa - dosa kita, untuk menyelamatkan
hidup kita, supaya bisa tetap bersama dengan Dia untuk
selama-selamanya.
Apa yang aku berikan kepada-Nya yang terbaik, dariku..?
"Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang
memberikan nyawanya untuk sahabat - sahabatnya. Kamu adalah sahabat-KU,
jikalau kamu berbuat apa yang kuperintahkan kepadamu."(Yohanes 15 :13, 14)
Disadur dari : http://www.tagnet.org/cawang/art01.htm
Natal tersohor. Kisah itu tentang sepasang suami-istri muda yang
sedemikian saling mencintai. Natal sudah dekat dan mereka ingin saling
memberikan hadiah. Tetapi mereka sangat miskin dan tidak mempunyai uang untuk
membeli hadiah. Maka mereka masing-masing, tanpa saling memberi
tahu, memutuskan untuk menjual miliknya yang paling berharga.
Bagi sang istri, harta miliknya yang paling berharga adalah
rambutnya yang panjang berkilau. Ia pergi ke sebuah salon dan menyuruh
memotong rambutnya. Kemudian ia menjual potongan rambutnya itu untuk membeli
sebuah rantai arloji yang indah untuk arloji suaminya.
Sementara itu, sang suami pergi kepada seorang tukang emas dan
menjual satu-satunya arloji yang dimilikinya untuk membeli dua
potong sisir yang indah untuk rambut kekasihnya.
Ketika hari Natal tiba, mereka saling menyerahkan hadiah. Mula -
mula mereka menangis terharu, namun kemudian keduanya tertawa. Tidak ada
lagi rambut yang perlu dirapikan dengan sisir indah pembelian sang suami,
dan tidak ada lagi, arloji yang memerlukan seutas rantai indah
pembelian sang istri. Tetapi ada sesuatu yang lebih berharga daripada sisir
dan rantai arloji, yaitu pesan dibalik hadiah- hadiah itu; Mereka
masing - masing telah mengambil yang terbaik dari dirinya untuk diberikan
kepada pasangannya...
Suatu hadiah bukanlah hadiah jika tidak menimbulkan suatu
pengorbanan dalam diri kita, dan jika tidak menjadi bagian dari diri kita
sendiri. Yesus memberikan dari-Nya yang terbaik untuk kita. Ia memberikan
nyawa-Nya, untuk menebus dosa - dosa kita, untuk menyelamatkan
hidup kita, supaya bisa tetap bersama dengan Dia untuk
selama-selamanya.
Apa yang aku berikan kepada-Nya yang terbaik, dariku..?
"Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang
memberikan nyawanya untuk sahabat - sahabatnya. Kamu adalah sahabat-KU,
jikalau kamu berbuat apa yang kuperintahkan kepadamu."(Yohanes 15 :13, 14)
Disadur dari : http://www.tagnet.org/cawang/art01.htm
Senin, 17 November 2008
Arti Doa Bapa Kami...
Matius 6:7 "Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang
tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan."
Artinya doa yang memiliki focus/target/sasaran yang berarti mengirim panah-panah api yang
diluncurkan ke sasarannya.
Matius 6:8 ".karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepadaNya."
Karena kita adalah bait Allah dan Roh Allah diam didalam kita (I Korintus 3:16), oleh sebab itulah
Bapa mengetahui dengan jelas segala keperluan kita. Selanjutnya dalam Roma 8:26-27 " Roh membantu
kita dalam kelemahan kita."
Matius 6:9a "Karena itu berdoalah demikian: "Bapa kami yang di surga." Prinsip doa yang
menggambarkan hubungan yang baik, manis, dan harmonis antara bapa dan anak. Yang mendorong adanya
hubungan intim antara Bapa dengan anak, dan sebaliknya adalah:
1. Kerinduan yang dalam, tanpa ini hubungan itu akan menjadi formal atau sekedar bertemu saja.
2. Kerinduan hatinya, yaitu : rindu untuk berdoa, rindu untuk beribadah, rindu untuk memuji dan
menyembah Tuhan, rindu untuk mendengar Firman Tuhan serta melakukannya, rindu untuk berjumpa
dengan Yesus.
Besarnya KERINDUAN inilah yang sangat menentukan "Pertumbuhan rohani" seseorang.
DOA dikaitkan dengan kasih AGAPE yaitu kasih yang memberi. Oleh karenanya dibutuhkan KOINONIA
(penyaluran/pemberian), merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah Allah. Dan doa merupakan
pekerjaan ke imaman yang sejati. II Tawarikh 7:14 "dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut,
merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka
Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. Buah
dari KERENDAHAN HATI dengan merendahkan diri dihadapan Bapa terjadi dalam contoh peristiwa Yesus
meminta Yohanes untuk membaptiskan diriNya, adapun peristiwa-peristiwa yang terjadi :
1. Langit terbuka artinya berkat-berkat Allah tercurah, yang terdiri dari :
a. Keselamatan b.Kasih yang menerima c. Pelindungan yang sempurna d. Jiwani (hikmat akal
budi surgawi) e. Kesehatan f. Kasih karunia demi kasih karunia g. Jasmani
2. Roh Kudus dicurahkan artinya diberikan kuasa untuk kita agar dapat:
a. Mengalahkan si jahat
b. Berjalan sesuai dengan kehendak Allah
c. Membuat mujizat terjadi
d. Melakukan pelayanan yang lebih besar
e. Melepaskan kejahatan kepada si pendurhaka
3. Suara dari Surga artinya : Ada suara kebenaran dari Surga yang diterima sebagai rhema/nubuatan.
Matius 6:9b "Dikuduskanlah nama Mu"
Kita tahu bahwa tubuh kita adalah bait Allah I Korintus 3:16. Hal yang paling penting supaya kita
dapat hidup kudus terdapat didalam Yohanes 15:1-8 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah
pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang
berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman
yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Dst..."
Hal kedua disamping KERENDAHAN HATI adalah KEKUDUSAN, kekudusan inilah merupakan panggilan Allah
yang paling utama, baru hal-hal yang lain menyusul. Roma 1:7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di
Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai
kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus. I Korintus 1:2 1:2
kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang
dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama
Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.
Didalam I Petrus 1:15-16 berisi : Hendaklah kamu menjadi kudus -> perintah, sama seperti ->
menjadi teladan, kuduslah kamu sebab Aku kudus -> jalan keluarnya yaitu Yesus. Didalam Yesus ->
mengikuti pola kehidupan Yesus. Jalannya bagaimana? II Tawarikh 7:14 "Berbalik dari jalan-jalanmu
yang jahat."
Orang yang RENDAH HATI baru bisa HIDUP KUDUS. Sedangkan musuh kekudusan ialah : Nafsu kedagingan
dan Motivasi. Efesus 5:9 Terang itu menyatakan : Kebaikan, Keadilan, dan Kebenaran (Roh Allah
sendiri/Firman Allah).
Setan bisa melakukan apa saja, kecuali kekudusan
Matius 6:10a "Datanglah Kerajaan-Mu."
Ada OTORITAS & LEGITIMASI dari Kerajaan Allah dan bukan DENOMINASI. OTORITAS ini ada 3 isinya :
Lukas 9:28-36 yaitu :
? Musa -> Kemenangan demi kemenangan
? Elia -> Mujizat demi mujizat
? Yesus -> Terangdunia demi terangdunia
Dengan Otoritas lah kita mengalahkan si jahat/ Iblis, yang memiliki struktur pemerintahan seperti
di Efesus 6:12. Jadi KEMENANGAN, MUJIZAT DAN TERANG itu adalah isi dari OTORITAS Kerajaan Allah.
Dalam Mazmur 97, ada 4 unsur yang terdapat dalam Kerajaan Allah, sbb:
1. Kebenaran dan Keadilan (ayat 2)
2. KuasaNya untuk memerintah seluruh bumi (ayat 1,6 dan 9)
3. KemenanganNya atas ilah-ilah palsu (ayat 7)
4. Sukacita orang benar (ayat 8-12)
Matius 6:10b "Jadilah Kehendak-Mu di bumi seperti di Surga."
Doa tidak dapat memaksakan supaya kehendak kita yang jadi, tetapi kehendak Bapalah yang jadi sebab
kehendakNya adalah yang terbaik untuk kita. Kehendak Bapa seperti yang tertulis dalam Yeremia
29:11.
Orang yang dalam keadaan apapun, dan setiap hari hatinya serta doanya mengatakan : Jadilah
kehendakMu di bumi seperti di Surga, adalah orang yang diddalam hidupnya terdapat ciri-ciri
sebagai berikut:
1. Takut akan Allah, sangat suka akan perintahNya, juga adalah orang yang merenungkan FirmanNya
siang dan malam (Mazmur 112 :1)
2. Bersandar dan berharap sepenuhnya kepada Bapa, selalu menanti-nantikan Bapa. Inilah orang yang
hatinya teguh, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada Tuhan, dan tidak takut menghadapi masalah
apapun.
3. Rohnya orang itu kuat, tidak mudah goyah, dan hidupnya menjadi berkat untuk orang lain serta
berkemenangan.
Matius 6:11 "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya."
Mencukupkan dari apa yang Tuhan berikan adalah awal buah pertobatan dan merupakan salah satu
ukuran pertumbuhan serta kedewasaan rohani , baru disitu keluar ucapan syukur.
Matius 6:12 dan 14 "Dan ampunilah kami akan kesalahan kami."
Hal ini merupakan WUJUD KASIH yang sangat dibutuhkan. Ulangan 24 : 12-19 Jika ia seorang miskin,
janganlah engkau tidur dengan barang gadaiannya; kembalikanlah gadaian itu kepadanya pada waktu
matahari terbenam, supaya ia dapat tidur dengan memakai kainnya sendiri dan memberkati engkau.
Maka engkau akan menjadi benar di hadapan TUHAN, Allahmu. Janganlah engkau memeras pekerja harian
yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam
tempatmu. Pada hari itu juga haruslah engkau membayar upahnya sebelum matahari terbenam; ia
mengharapkannya, karena ia orang miskin; supaya ia jangan berseru kepada TUHAN mengenai engkau dan
hal itu menjadi dosa bagimu. Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak
dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri. Janganlah
engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang
janda menjadi gadai. Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di Mesir dan engkau ditebus
TUHAN, Allahmu, dari sana; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini. Apabila
engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk
mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati
engkau dalam segala pekerjaanmu. Dan Matius 26:13 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke
tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di
mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga
untuk mengingat dia."
Narwastu artinya penyerahan total akan isi hatinya yang diberikan = WUJUD KASIH. Karena dimana
saja Injil diberitakan tanpa adanya wujud kasih sama dengan NOL/NONSENSE. Kalau dulu pada 2000
tahun lalu, wujud kasih berarti menyiapkan penguburan Yesus, maka sekarang berarti menyiapkan
kedatangan Kristus kedua kali.
tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan."
Artinya doa yang memiliki focus/target/sasaran yang berarti mengirim panah-panah api yang
diluncurkan ke sasarannya.
Matius 6:8 ".karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepadaNya."
Karena kita adalah bait Allah dan Roh Allah diam didalam kita (I Korintus 3:16), oleh sebab itulah
Bapa mengetahui dengan jelas segala keperluan kita. Selanjutnya dalam Roma 8:26-27 " Roh membantu
kita dalam kelemahan kita."
Matius 6:9a "Karena itu berdoalah demikian: "Bapa kami yang di surga." Prinsip doa yang
menggambarkan hubungan yang baik, manis, dan harmonis antara bapa dan anak. Yang mendorong adanya
hubungan intim antara Bapa dengan anak, dan sebaliknya adalah:
1. Kerinduan yang dalam, tanpa ini hubungan itu akan menjadi formal atau sekedar bertemu saja.
2. Kerinduan hatinya, yaitu : rindu untuk berdoa, rindu untuk beribadah, rindu untuk memuji dan
menyembah Tuhan, rindu untuk mendengar Firman Tuhan serta melakukannya, rindu untuk berjumpa
dengan Yesus.
Besarnya KERINDUAN inilah yang sangat menentukan "Pertumbuhan rohani" seseorang.
DOA dikaitkan dengan kasih AGAPE yaitu kasih yang memberi. Oleh karenanya dibutuhkan KOINONIA
(penyaluran/pemberian), merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah Allah. Dan doa merupakan
pekerjaan ke imaman yang sejati. II Tawarikh 7:14 "dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut,
merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka
Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. Buah
dari KERENDAHAN HATI dengan merendahkan diri dihadapan Bapa terjadi dalam contoh peristiwa Yesus
meminta Yohanes untuk membaptiskan diriNya, adapun peristiwa-peristiwa yang terjadi :
1. Langit terbuka artinya berkat-berkat Allah tercurah, yang terdiri dari :
a. Keselamatan b.Kasih yang menerima c. Pelindungan yang sempurna d. Jiwani (hikmat akal
budi surgawi) e. Kesehatan f. Kasih karunia demi kasih karunia g. Jasmani
2. Roh Kudus dicurahkan artinya diberikan kuasa untuk kita agar dapat:
a. Mengalahkan si jahat
b. Berjalan sesuai dengan kehendak Allah
c. Membuat mujizat terjadi
d. Melakukan pelayanan yang lebih besar
e. Melepaskan kejahatan kepada si pendurhaka
3. Suara dari Surga artinya : Ada suara kebenaran dari Surga yang diterima sebagai rhema/nubuatan.
Matius 6:9b "Dikuduskanlah nama Mu"
Kita tahu bahwa tubuh kita adalah bait Allah I Korintus 3:16. Hal yang paling penting supaya kita
dapat hidup kudus terdapat didalam Yohanes 15:1-8 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah
pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang
berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman
yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Dst..."
Hal kedua disamping KERENDAHAN HATI adalah KEKUDUSAN, kekudusan inilah merupakan panggilan Allah
yang paling utama, baru hal-hal yang lain menyusul. Roma 1:7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di
Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai
kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus. I Korintus 1:2 1:2
kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang
dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama
Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.
Didalam I Petrus 1:15-16 berisi : Hendaklah kamu menjadi kudus -> perintah, sama seperti ->
menjadi teladan, kuduslah kamu sebab Aku kudus -> jalan keluarnya yaitu Yesus. Didalam Yesus ->
mengikuti pola kehidupan Yesus. Jalannya bagaimana? II Tawarikh 7:14 "Berbalik dari jalan-jalanmu
yang jahat."
Orang yang RENDAH HATI baru bisa HIDUP KUDUS. Sedangkan musuh kekudusan ialah : Nafsu kedagingan
dan Motivasi. Efesus 5:9 Terang itu menyatakan : Kebaikan, Keadilan, dan Kebenaran (Roh Allah
sendiri/Firman Allah).
Setan bisa melakukan apa saja, kecuali kekudusan
Matius 6:10a "Datanglah Kerajaan-Mu."
Ada OTORITAS & LEGITIMASI dari Kerajaan Allah dan bukan DENOMINASI. OTORITAS ini ada 3 isinya :
Lukas 9:28-36 yaitu :
? Musa -> Kemenangan demi kemenangan
? Elia -> Mujizat demi mujizat
? Yesus -> Terangdunia demi terangdunia
Dengan Otoritas lah kita mengalahkan si jahat/ Iblis, yang memiliki struktur pemerintahan seperti
di Efesus 6:12. Jadi KEMENANGAN, MUJIZAT DAN TERANG itu adalah isi dari OTORITAS Kerajaan Allah.
Dalam Mazmur 97, ada 4 unsur yang terdapat dalam Kerajaan Allah, sbb:
1. Kebenaran dan Keadilan (ayat 2)
2. KuasaNya untuk memerintah seluruh bumi (ayat 1,6 dan 9)
3. KemenanganNya atas ilah-ilah palsu (ayat 7)
4. Sukacita orang benar (ayat 8-12)
Matius 6:10b "Jadilah Kehendak-Mu di bumi seperti di Surga."
Doa tidak dapat memaksakan supaya kehendak kita yang jadi, tetapi kehendak Bapalah yang jadi sebab
kehendakNya adalah yang terbaik untuk kita. Kehendak Bapa seperti yang tertulis dalam Yeremia
29:11.
Orang yang dalam keadaan apapun, dan setiap hari hatinya serta doanya mengatakan : Jadilah
kehendakMu di bumi seperti di Surga, adalah orang yang diddalam hidupnya terdapat ciri-ciri
sebagai berikut:
1. Takut akan Allah, sangat suka akan perintahNya, juga adalah orang yang merenungkan FirmanNya
siang dan malam (Mazmur 112 :1)
2. Bersandar dan berharap sepenuhnya kepada Bapa, selalu menanti-nantikan Bapa. Inilah orang yang
hatinya teguh, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada Tuhan, dan tidak takut menghadapi masalah
apapun.
3. Rohnya orang itu kuat, tidak mudah goyah, dan hidupnya menjadi berkat untuk orang lain serta
berkemenangan.
Matius 6:11 "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya."
Mencukupkan dari apa yang Tuhan berikan adalah awal buah pertobatan dan merupakan salah satu
ukuran pertumbuhan serta kedewasaan rohani , baru disitu keluar ucapan syukur.
Matius 6:12 dan 14 "Dan ampunilah kami akan kesalahan kami."
Hal ini merupakan WUJUD KASIH yang sangat dibutuhkan. Ulangan 24 : 12-19 Jika ia seorang miskin,
janganlah engkau tidur dengan barang gadaiannya; kembalikanlah gadaian itu kepadanya pada waktu
matahari terbenam, supaya ia dapat tidur dengan memakai kainnya sendiri dan memberkati engkau.
Maka engkau akan menjadi benar di hadapan TUHAN, Allahmu. Janganlah engkau memeras pekerja harian
yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam
tempatmu. Pada hari itu juga haruslah engkau membayar upahnya sebelum matahari terbenam; ia
mengharapkannya, karena ia orang miskin; supaya ia jangan berseru kepada TUHAN mengenai engkau dan
hal itu menjadi dosa bagimu. Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak
dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri. Janganlah
engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang
janda menjadi gadai. Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di Mesir dan engkau ditebus
TUHAN, Allahmu, dari sana; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini. Apabila
engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk
mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda--supaya TUHAN, Allahmu, memberkati
engkau dalam segala pekerjaanmu. Dan Matius 26:13 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke
tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di
mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga
untuk mengingat dia."
Narwastu artinya penyerahan total akan isi hatinya yang diberikan = WUJUD KASIH. Karena dimana
saja Injil diberitakan tanpa adanya wujud kasih sama dengan NOL/NONSENSE. Kalau dulu pada 2000
tahun lalu, wujud kasih berarti menyiapkan penguburan Yesus, maka sekarang berarti menyiapkan
kedatangan Kristus kedua kali.
Jumat, 10 Oktober 2008
Siapakah Roh Kudus Itu?
Pengertian mengenai Roh Kudus adalah Allah itu sendiri didasarkan pada kesaksian Alkitab. Beberapa ayat Alkitab sering menyebutkan tentang keberadaan Roh Kudus itu sendiri. Umpamanya I Yohanes 5:7 : “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga : Bapa, Firman, dan Roh Kudus; ketiganya adalah satu. Di Alkitab juga sering disebutkan Bapa, Putra dan Roh Kudus. Ada juga “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” (II Korintus 13:13).
Sesuai dengan hal itu dapat kita ambil bahwa Allah berkenan menyatakan diri-Nya dalam Firman-Nya dalam tiga pribadi yang berbeda-beda yaitu : Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yang juga merupakan Allah yang Esa, yang Benar, dan juga yang Kekal. Hal ini juga dapat kita umpamakan seperti contoh berikut. Matahari, melihat matahari, dapat kita bedakan besarnya, terangnya, dan panasnya, padahal kita selalu mengingat kepada matahari yang satu. Begitu pula Allah yang benar dan yang hidup itu menyatakan diri-Nya kepada kita dengan tiga pribadi yang berbeda-beda (Bapa, Anak, dan Roh Kudus), padahal kita selalu mengingat kepada Allah yang Esa.
Pada Pengakuan Iman yang ketiga (Aku percaya kepada Roh Kudus), berarti kita percaya juga kepada Allah Tritunggal. Oleh sebab itu dapat kita simpulkan bahwa Roh Kudus itu bukanlah suatu roh yang tidak berketentuan. Roh Kudus tak lain dan tak bukan adalah Roh Allah itu sendiri yang merupakan pribadi yang ketiga dari Allah Tritunggal. Menurut kesaksian alkitab, angin dan api menjadi simbol atau tanda untuk Roh Kudus. Seperti angin yang mempunyai kekuatan dan gerak yang dapat kita rasakan, tetapi tidak dapat kita lihat, begitu pula Roh Kudus, yang tidak dapat kita lihat, tetapi yang berkuasa dan menggerakkan hati kita. Seperti api yang menyala memberi terang, membersihkan, dan memanaskan, begitu pula Roh Kudus bekerja dalam hati kita. Ada beberapa pengajaran Yesus sendiri mengenai Roh Kudus itu (Yohanes 14:16).
1. Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu (Yoh. 14:17)
2. Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah kukatakan kepadamu (Yoh. 14:26)
3. Ia akan bersaksi tentang Yesus Kristus (Yoh. 15:26)
4. Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Yoh. 16:8)
5. Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran (Yoh. 16:3)
6. Ia akan memuliakan Yesus artinya Ia akan membuat kita mengasihi Yesus dan segala pekerjaan-Nya (Yoh. 16:14)
Siapakah yang menerima Roh Kudus? Yang akan menerima Roh Kudus adalah oarang-orang yang memintanya kepda Tuhan. Ïa akan memberikan Roh Kudus kepda mereka yang meminta kepada-Nya” (Lukas 11:13).
Apa pula yang dikerjakan oleh Roh Kudus? Apa yang dapat dikerjakan oleh sesuatu kuasa di dunia ataupun oleh kita sendiri, itulah yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yakni : Membaharui Hidup Kita.
Roh Kudus adalah Kuasa Allah yang mentobatkan serta membaharui hidup kita. Seperti besi yang dikerjakan oleh tukang besi dalam api yang panas, begitu pula hidup kita, sebagai manusia diubah dan disucikan oleh kuasa Roh Kudus.
(Jalan Keselamatan, Werner Pfendsack dan H.J. Visch)
Sesuai dengan hal itu dapat kita ambil bahwa Allah berkenan menyatakan diri-Nya dalam Firman-Nya dalam tiga pribadi yang berbeda-beda yaitu : Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yang juga merupakan Allah yang Esa, yang Benar, dan juga yang Kekal. Hal ini juga dapat kita umpamakan seperti contoh berikut. Matahari, melihat matahari, dapat kita bedakan besarnya, terangnya, dan panasnya, padahal kita selalu mengingat kepada matahari yang satu. Begitu pula Allah yang benar dan yang hidup itu menyatakan diri-Nya kepada kita dengan tiga pribadi yang berbeda-beda (Bapa, Anak, dan Roh Kudus), padahal kita selalu mengingat kepada Allah yang Esa.
Pada Pengakuan Iman yang ketiga (Aku percaya kepada Roh Kudus), berarti kita percaya juga kepada Allah Tritunggal. Oleh sebab itu dapat kita simpulkan bahwa Roh Kudus itu bukanlah suatu roh yang tidak berketentuan. Roh Kudus tak lain dan tak bukan adalah Roh Allah itu sendiri yang merupakan pribadi yang ketiga dari Allah Tritunggal. Menurut kesaksian alkitab, angin dan api menjadi simbol atau tanda untuk Roh Kudus. Seperti angin yang mempunyai kekuatan dan gerak yang dapat kita rasakan, tetapi tidak dapat kita lihat, begitu pula Roh Kudus, yang tidak dapat kita lihat, tetapi yang berkuasa dan menggerakkan hati kita. Seperti api yang menyala memberi terang, membersihkan, dan memanaskan, begitu pula Roh Kudus bekerja dalam hati kita. Ada beberapa pengajaran Yesus sendiri mengenai Roh Kudus itu (Yohanes 14:16).
1. Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu (Yoh. 14:17)
2. Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah kukatakan kepadamu (Yoh. 14:26)
3. Ia akan bersaksi tentang Yesus Kristus (Yoh. 15:26)
4. Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Yoh. 16:8)
5. Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran (Yoh. 16:3)
6. Ia akan memuliakan Yesus artinya Ia akan membuat kita mengasihi Yesus dan segala pekerjaan-Nya (Yoh. 16:14)
Siapakah yang menerima Roh Kudus? Yang akan menerima Roh Kudus adalah oarang-orang yang memintanya kepda Tuhan. Ïa akan memberikan Roh Kudus kepda mereka yang meminta kepada-Nya” (Lukas 11:13).
Apa pula yang dikerjakan oleh Roh Kudus? Apa yang dapat dikerjakan oleh sesuatu kuasa di dunia ataupun oleh kita sendiri, itulah yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yakni : Membaharui Hidup Kita.
Roh Kudus adalah Kuasa Allah yang mentobatkan serta membaharui hidup kita. Seperti besi yang dikerjakan oleh tukang besi dalam api yang panas, begitu pula hidup kita, sebagai manusia diubah dan disucikan oleh kuasa Roh Kudus.
(Jalan Keselamatan, Werner Pfendsack dan H.J. Visch)
Senin, 06 Oktober 2008
Persekutuan Kristen.(1Yohanes 1:1-4)
Persekutuan Kristen. Melalui teks ini kita melihat dua hal yang erat berkaitan yaitu kesaksian jemaat dan persekutuan jemaat. Tanpa kesaksian jemaat tidak mungkin terjadi persekutuan.Pertama, kesaksian jemaat (ayat 1-3a). Apa yang ada sejak semula (ayat 1), inilah yang telah mereka lihat dan yang telah mereka dengar. Kesemuanya ini menunjuk bukan pada ajaran Kristen, melainkan pada seorang pribadi. Dengan perkataan lain, yang diberitakan bukan suatu ajaran agama, melainkan pribadi Yesus. Dialah yang menjadi sumber kehidupan manusia (ayat 1,2). Hidup rohani dan jasmani manusia bersumber dari Yesus. Artinya manusia dapat memiliki hidup jasmani, namun tidak memiliki hidup rohani.
Jika manusia percaya pada Yesus melalui kesaksian orang Kristen, maka ia memiliki hidup rohani. Inilah artinya memiliki hidup kekal (ayat 2). Jadi Yesus, Pemberi hidup adalah isi pemberitaan dalam tugas kesaksian Kristen.Kedua, persekutuan jemaat. Orang yang percaya pada Yesus dihimpun dalam suatu persekutuan. Umat yang bersekutu karena Yesus kemudian menyatakan kesatuan persekutuannya melalui kesaksian. Mereka bersaksi tentang Kristus. Tujuan kesaksian adalah persekutuan (ayat 3). Umat Kristen bukan hanya suatu kumpulan sosial. Umat Kristen bersekutu untuk suatu tugas pelayanan yakni bersaksi.
Persekutuan Kristen menjadi nyata melalui kesaksian. Umat Kristen menyaksikan berita yang sama yakni Yesus adalah sumber hidup. Umat yang bersaksi menyatakan bahwa mereka bersekutu dengan Kristus dan umat Kristen lainnya. Kesaksian merupakan bukti persekutuan dengan Kristus dan persekutuan umat yang bersaksi tentang Kristus.Apa akibat kesaksian jemaat? Membawa manusia lainnya ke dalam persekutuan umat. Kesaksian akan menyebabkan munculnya persekutuan.
Renungkan: Apakah persekutuan di mana kita berjemaat tidak terlalu tampak? Menurut Anda apa penyebabnya?Jika manusia percaya pada Yesus melalui kesaksian orang Kristen, maka ia memiliki hidup rohani. Inilah artinya memiliki hidup kekal (ayat 2). Jadi Yesus, Pemberi hidup adalah isi pemberitaan dalam tugas kesaksian Kristen.Kedua, persekutuan jemaat. Orang yang percaya pada Yesus dihimpun dalam suatu persekutuan. Umat yang bersekutu karena Yesus kemudian menyatakan kesatuan persekutuannya melalui kesaksian. Mereka bersaksi tentang Kristus. Tujuan kesaksian adalah persekutuan (ayat 3). Umat Kristen bukan hanya suatu kumpulan sosial. Umat Kristen bersekutu untuk suatu tugas pelayanan yakni bersaksi.
Persekutuan Kristen menjadi nyata melalui kesaksian. Umat Kristen menyaksikan berita yang sama yakni Yesus adalah sumber hidup. Umat yang bersaksi menyatakan bahwa mereka bersekutu dengan Kristus dan umat Kristen lainnya. Kesaksian merupakan bukti persekutuan dengan Kristus dan persekutuan umat yang bersaksi tentang Kristus.Apa akibat kesaksian jemaat? Membawa manusia lainnya ke dalam persekutuan umat. Kesaksian akan menyebabkan munculnya persekutuan.
(www.sabda.org)
Langganan:
Postingan (Atom)
